2_Cara-mengenali-&-mengatasi-penipuan-e-cash PAGE

Cara Mengenali dan Mengatasi Penipuan e-cash

Istilah uang elektronik atau e-cash semakin melekat di benak masyarakat, pemerintah turut serta memberikan edukasi mengenai penggunaan uang elektronik. Selain itu, banyak pula pihak lain yang ikut berkontribusi misalnya melalui pemberian diskon dan keuntungan bertransaksi lainnya.

Namun, hal ini tidak terlepas dari kendala. Misalnya, ketersediaan fasilitas yang belum merata yangmenjadi salah satu faktor mengapa mayoritas masyarakat belum mengetahui tentang apa itu uang elektronik dan masih bergantung pada keberadaan uang tunai, m-banking atau ATM untuk melakukan transaksi harian. inimnya pengetahuan mengenai e-cash di kalangan masyarakat menjadi celah bagi pelaku kejahatanuntuk meraup keuntungan dengan cara menipu.

Modus Penipuan E-Cash

Minimnya pengetahuan mengenai e-cash dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, setidaknya ada dua perkara yang umumnya dipraktikkan, yaitu:

  1. Modus Menang Undian

Walau sudah menjadi rahasia umum, modus penipuan ini masih saja berhasil menjaring korban yang tidak sedikit. Pelaku biasanya mengirim sebuah pesan lewat melalui SMS atau  menelepon korban untuk mengumumkan  bahwa korban telah beruntung dan memenangkan sebuah undian, mulai dari pulsa, uang tunai, hingga beberapa jenis barang mewah.

Selanjutnya pelaku meminta korban untuk mengecek saldo rekening pribadi serta melihat saldo di rekening korban.Untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku telah berhasil melakukan top up pulsa pada kartu provider, dan di sinilah pengguna harus menghentikan pembicaraan, karena pada fase berikutnya pengguna atau korban lainnya akan mulai dipaksa untuk menuruti pelaku agar mau ke mesin ATM dan melakukan validasi langsung tanpa menutup telepon.

Bila bisa hentikan pembicaraan sekarang juga. Atau jika menuruti pelaku akan meminta pengguna atau korban untuk mengikuti panduan dari pelaku dengan urutan seperti ini:

  • Masuk ke menu utama
  • Dilanjutkan dengan menu “Transaksi lainnya”
  • Lalu “Pilih uang elektronik”
  • Kemudian dilanjutkan dengan “Mandiri E-Cash”
  • Lalu klik “Isi ulang”

Setelah beberapa langkah di atas, korban akan dipandu untuk mengetikkan sederet nomor PIN hadiah, yang tentu saja itu adalah nomor telepon yang akan digunakan untuk menampung sejumlah uang yang ditransfer tersebut (Cth. 081223xxxxxx).

Lalu dilanjutkan dengan sederet angka yang jumlahnya berada di bawah jumlah saldo korban, ini adalah sejumlah dana yang akan dipindahkan (Contoh: 3400200). Jika saldo mencukupi maka dana pengguna atau korban lainnya akan langsung berpindah.

Perlu diingat bahwa setiap transaksi yang mengharuskan menggunakan mandiri e-cash tidak memerlukan mesin ATM untuk menyelesaikan transaksi, dan bila pengguna melakukan transaksi, nominal mandiri e-cash pengguna akan bertambah dengan sendirinya tanpa harus melakukan rangkaian pengecekan.

  1. Belanja Online

Modus ini memiliki skema yang hampir sama dengan modus pertama, yakni menggiring pengguna atau korban lainnya ke ATM dan meminta pengguna melakukan sesuai dengan arahan dari pelaku. Bedanya, pada modus ini pelaku akan berpura-pura menjadi seorang pembeli toko online pengguna atau pemilik online shop lainnya dan telah mengaku mengirimkan dana ke rekening korban dan meminta untuk melakukan pengecekan ke mesin ATM yang akan dilanjutkan dengan pola yang sama seperti di atas.

Kedua hal di atas merupakan hal yang paling umum ditemui perihal penipuan menggunakan mandiri e-cash dan memiliki pola yang hampir sama yaitu dengan membuat pengguna atau korban lainnya pergi ke ATM lalu melakukan apapun yang pelaku minta. Sebagai pengguna internet dan e-cash yang bijak, ada baiknya pengguna tidak mudah percaya dengan kedua hal di atas, apalagi bila nomor telepon atau alamat email tidak dapat dipercayai dan berbeda dari nomor telepon atau email resmi.

Jika Anda mengalami kasus seperti ini, Anda bisa melaporkan ke cs@mandiriecash.com atau telpon call center 14000

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *